Free Premium Blogger Theme by NewBloggerThemes.com

Rabu, 19 Maret 2014

06.59 | by Unknown | | 1 comment


Dalam film, Iron Man punya segudang teknologi canggih untuk membantunya beraksi melawan kejahatan. Di dunia nyata jagoan tersebut pun sejatinya bisa dibuat, tapi tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit.

Iron Man memang berbeda dengan super hero lainnya. Ia tidak memiliki kemampuan super, melainkan menggunakan kecerdasannya untuk membuat gadget canggih yang bisa dipakai memerangi kejahatan.

Tony Stark, sosok di balik Iron Man, dikisahkan sebagai seorang miliuner jenius dengan kekayaan pribadi mencapai USD 9,3 miliar. Itu belum termasuk kekayaan dari Stark Industries yang menyentuh angka USD 20,3 miliar.

Dengan uang sebanyak itu, Tony Stark dapat dengan mudah membuat gadget canggih bernilai tinggi. Hal itu juga ternyata berlaku di dunia nyata jika Anda berniat ingin membuat gadget serupa.

Situs Money Supermarket mengadakan riset kecil-kecilan untuk menebak seberapa mahal teknologi yang dipakai Tony untuk membuat Iron Man. Data tersebut dikumpulkan dari sejumlah sumber seperti The Chive, Wikipedia, lo9, Empire Online, Toy Dirt, Marvel, Starpulse dan beberapa situs lainnya.



 
 Berikut adalah biaya yang dibutuhkan untuk menciptakan teknologi yang ada pada Iron Man di dunia nyata.


Arc Reactor adalah pusat energi yang berfungsi sebagai pembangkit tenaga untuk Iron Man. Komponen ini berjalan dengan sumber daya yang disebut palladium.

Selain berfungsi sebagai sumber daya Iron Man, Arc Reactor juga dipakai oleh Tony Stark untuk bertahan hidup. Pasalnya di dalam tubuh miliuner ini terdapat banyak sekali serpihan besi yang bisa menusuk jantung jika tidak ada Arc Reactor.

Teknologi canggih yang ada pada komponen vital ini pun diperkirakan bakal memakan biaya sekitar USD 36 juta saat dipakai di dunia nyata.

Iron Man seperti memiliki mesin pesawat Jet dalam kedua sepatunya. Selain itu di kedua tangan jangan ini juga terdapat mesin yang mampu mengeluarkan sinar repulsor.

Mesin pada kaki dibuat untuk mengeluarkan dorongan, sedangkan bagian tangan sengaja dirancang sebagai pusat kendali saat bermanuver di angkasa.

Jika ingin membuat mesin dan repulsor seperti itu Anda harus merogoh kocek sedikitnya USD 13,8 juta.

Helm Iron Man seperti memiliki sistem yang bisa mengerjakan segalanya, dan memang konsepnya seperti itu.

Helm Iron Man terhubung dengan AI bernama Jarvis, dan di dalamnya sudah terdapat Head up Display (HUD) berbasis holographic.

Helm seperti itu juga sudah dibuat oleh militer AS, dan mereka menghabiskan biaya sekitar USD 55 juta.

Seluruh kostum Iron Man dilengkapi dengan sistem persenjataan yang cukup mematikan, dan semuanya bisa dikendalikan melalui helm canggih yang sudah disebutkan tadi.

Senjata yang berada di dalamnya termasuk roket anti-tank, machine gun, dan roket yang bisa menyerang beberapa target secara serentak.

Seluruh peluru dan roket yang berada di dalam konstum Iron Man diperkirakan bisa menelan dana hingga USD 1,9 juta.

Jarvis berperan penting dalam setiap tindakan Iron Man. Artificial Intelligence ini terhubung dengan rumah, bengkel, dan seluruh aspek pada Iron Man.

Kementerian pertahanan Amerika Serikat juga sudah menggunakan teknologi yang mirip, dan itu menelan biaya sekitar USD 10 juta.

Jadi kalau dihitung-hitung satu baju Iron Man bisa menghabiskan dana sekitar USD 126,7 juta, atau setara dengan Rp 1,2 triliun untuk tiap unitnya. Wow!

sumber: detik.com
06.44 | by Unknown | | No comments





Perkembangan teknologi memang tidak ada matinya, dikutip dari detik.com, saat ini sedang dikembangkan oleh Le Laboratoire, sebuah laboratorium riset di Paris, Prancis, sebuah ponsel bernama oPhone memungkinkan komunikasi lebih hidup dengan mengirimkan aroma atau bau seperti ketika mengirim SMS.

Seperti dilansir Telegraph, Selasa (21/1/2014), aroma bisa terkirim dengan bantuan oChip. Ini adalah cartridge super kecil berisi informasi segala macam aroma. Cartridge ini nantinya akan memproduksi ratusan sinyal aroma yang akan disampaikan.

Setelah chip tersebut diinstal ke ponsel, sebuah aplikasi terkoneksi Bluetooth bernama oTracks akan memungkinkan Anda mengirimkan aroma yang telah dipilih. Namun patut diingat, fungsi ini hanya bisa bekerja pada sesama ponsel oPhone.

Si pencipta David Edwards mengatakan, seri terbaru oPhone bisa memuat hingga delapan chip. Lebih banyak chip, akan menciptakan sesuatu yang disebutnya 'odour symphony' atau kemampuan menyusun pesan multi-odiferous atau beraneka bau dengan konteks aktual.

"Misalnya Anda bisa mengirimkan aroma kopi berbarengan dengan harumnya roti panggang dengan chip ini," ujarnya memberi contoh.

Ponsel oPhone akan dirilis secara komersial sekitar akhir tahun ini. Pada paket penjualannya nanti, akan ada dua ponsel. Dikatakan Edwards, dua ponsel penting untuk menciptakan dan menerima aroma yang dihasilkan.

Jumat, 07 Maret 2014

19.32 | by Unknown | | 3 comments
Meski kenyataannya perfilman Indonesia khususnya film animasi cukup memprihatinkan, ternyata animator-animator dari Indonesia yang berkualitas dan mendunia cukup banyak sodara-sodara. Jadi, faktor tayangnya elang-elangan gak jelas yang terbang bebas nganterin anak raja pergi ke pasar yang tayang di stasiun tv lokal itu bukan disebabkan tidak adanya animator yang berkualitas di Indonesia, tapi pasti ada faktor-faktor lain. 

Udah, langsung saja siapakah animator-animator kelas dunia dari Indonesia?

1. Rini Triyani Sugianto
Berawal dari kecintaan terhadap karakter fiksi seorang jurnalis berjambul bernama Tintin, seorang animator muda asal Indonesia bernama Rini Sugianto sukses menembus kancah perfilman Hollywood. Rini, lulusan S2 dari Academy of Arts di San Francisco, California, yang saat ini bekerja sebagai animator di perusahaan WETA digital di Selandia Baru, dipercaya ikut terlibat dalam pembuatan The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn.
Setelah ikut menggarap film animasi Tintin, Rini Sugianto yang kini tinggal di kota Wellington, Selandia Baru, kembali menjadi tim sukses dari beberapa film Hollywood yang berhasil menduduki posisi teratas di Box Office. Dia juga ikut dalam proyek film animasi lain seperti The Avengers dan yang terbaru dia juga ikut andil dalam proyek film Iron Man 3
 2. Christiawan Lie
Chris Lie, seorang lulusan ITB dan peraih beasiswa full bright untuk kuliah di jurusan Sequential Art (komik) di Savannah College of Art and Design, Amerika Serikat merupakan salah satu pekerja dibalik layar beberapa film terkenal. Sebut saja Transformers 3, GI Joe, hingga yang terbaru Spiderman 4. Bahkan,saat ini dia juga tengah merampungkan beberapa proyek gim, seperti Starwars dan Lord of the Rings.
Untuk mengembangkan dunia animasi di Indonesia, Chris Lie mendirikan Caravan Studio di Indonesia. Selain animator, Chris Lie juga dikenal sebagai komikus hebat. Petualangannya di Amerika dimulai tahun 2005 saat mengikuti kompetisi action figure GI Joe. Karyanya terpilih sehingga dilibatkan dalam pembuatan GI Joe Sigma 6. Sumbangsihnya untuk Indonesia juga bisa dilihat pada komik Baratayuda yang meraih penghargaaan sebagai cerita dan komik anak terbaik di Anugerah Komik Indonesia 2011.
3. Griselda Sastrawinata

Griselda pindah ke AS sejak dari Bangku kelas 2 SMA dan menamatkan SMA di sana, lalu ia melanjutkan ke Art Center College of Design di Pasadena, AS. Selain bekerja di Dreamwork, Griselda juga mengajar Ilmu Komunikasi Visual di kampus almamaternya. Shrek adalah salah satu film produksi dari Hollywood yang melibatkan Griselda Sastrawinata, seorang animator asal Indonesia yang tinggal di California, Amerika. Ia bekerja untuk studio animasi terkenal Dreamwork. Perusahaan film animasi inilah yang sudah memproduksi berbagai film terkenal seperti Kungfu Panda, Madagascar, Monster Aliens, serta banyak yang terkenal lainnya.
4. Andre Surya

Namanya Andre Surya. Dia merupakan digital artist asal Indonesia pertama yang menjadi bagian dari tim digital artist perusahaan efek visual komputer tiga dimensi Industrial Light and Magic (ILM) LucasFilm cabang Singapura. Lucasfilm sendiri adalah salah satu production company tersukses di dunia, yang didirikan tahun 1971 oleh George Lucas, sutradara Star Wars.
Melalui kecerdasannya mengolah efek film, Pria kelahiran Jakarta 1 Oktober 1984 yang merupakan lulusan DKV Universitas Tarumanegara ini bisa ikut terlibat dalam film Star Trek, Terminator Salvation, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Iron Man 2, hingga Transformers: Revenge of the Fallen.
Setelah 10 tahun berkecimpung di kancah global, kini ia kembali ke Jakarta mendirikan studio EnspireStudio karena dia mempunyai mimpi untuk bisa mengikuti jejak George Lucas, tokoh panutannya, mengembangkan industri hiburan di Indonesia.
5. Marsha Chikita Fawzi

Putri sulung dari pasangan Ikang Fawzi-Marissa Haque, merupakan animator Film Upin-Ipin yang terkenal dengan "betul..betul..betul...". Namanya Marsha Chikita, Kiki panggilan akrabnya. Awalnya dia ingin kuliah seni murni di ITB tetapi karena ditentang oleh orang tua, ia pun beralih memilih Multimedia University di Malaysia.
Setelah itu dia pun memulai Karirnya dengan ikut program magang di perusahaan Las’ Copaque Production (rumah produksi yang membuat film animasi Upin-Ipin). Lantaran pekerjaannya dinilai istimewa, sejak awal 2010 Kiki akhirnya diterima sebagai karyawan di sana.
Di rumah produksi tersebut, Kiki mengaku belajar banyak tentang 3D modeller dan setting and background modeller, tapi akhirnya lebih sreg menjadi animator untuk film Upin-Ipin. Karena animator bertugas menganimasi setiap shoot adegan.
Sekarang Kiki kembali ke Indonesia mendirikan perusahaan animasi dengan harapan Indonesia akan mempunyai intelectual property (IP) yang sangat bercita rasa tanah air. Layaknya Upin-Ipin merupakan IP Malaysia karya Las' Copaque Production.
6. Wira Winata

Pria jebolan Nanyang Polytechnic (Singapore) dan Art Centre Collage of Design (Passadena/CA-US) ini awal nya sekedar menyelesaikan film animasi "The Little Red Plane" sebagai final project kelulusan di Art Centre dan iseng" mengirimkan film mereka ke festival film animasi Internasional. Diluar dugaan The Little Red Plane meraih banyak penghargaan seperti medali emas Student Emmy Award dan Dance With Film, Piala Kristal di Festival Film Heartland, serta ditayangkan khusus di Festival Film Cannes.
Kini Wira dengan perusahaan yang didirikannya Shadedbox mulai beralih ke dunia animasi komersial, dengan bekerja sama dengan Cartoon Network, The Gotham Group, Buena Vista Games, Sony Computer Entertainment of America, Microsoft, Midway Games dan Landor. Karya lainnya seperti pembuatan animasi iklan: Burger King, Toyota Yaris, Air Transport Authority dan FIlm Animasi Desperate Housewives.
7. Pamela Halomoan

Karya-karya Pamela telah dinikmati masyarakat Singapura, Amerika, Inggris dan Turki. Tidak hanya itu, karakter yang Ia ciptakan telah berhasil menarik perhatian banyak pengunjung saat dipamerkan di Singapore Game Toy Comic Convention. Ribuan karakter telah dibuat oleh Pamela, namun salah satu karakter bernama “Wolly” yang membuat Pamela mendapat cukup banyak perhatian. Wolly adalah salah satu karakter ciptaan Pamela yang digambarkan dengan muka seekor babi dengan mata setengah terbuka yang diikuti bentuk badan penggabungan dari beberapa hewan. Pameran pertama Pamela pun dilakukan di Papertoys Exhibition di Turki dan langsung mendapat perhatian dari pihak galeri.
 
8. Michael Reynold Tagore
 

Bagi Anda penyuka film Hobbit, The Avengers, atau Iron Man 3? Jika Anda terbengong-bengong menyaksikan betapa detailnya animasi film tersebut, berarti Anda menyaksikan salah satu karya anak-anak Indonesia.
Satu di antara sekian animator film-film box office tenar tersebut adalah Michael Reynold Tagore, Arek Suroboyo yang tinggal di New Zealand. Tangan dingin Reynold sudah dipercaya mendesain animasi baju film-film yang merajai dunia. Animasi film yang diracik Arek Ngagel, Surabaya ini menyedot perhatian dunia, termasuk Indonesia. Reynold merupakan sosok pembuat tekstur artis film Iron Man 3.
Cowok kelahiran Surabaya 24 Mei 1979 ini dipercaya menjadi salah satu tekstur artis di Weta Digital perusahaan yang sama tempat Rini Triyani Sugianto bekerja, sebuah perusahaan film asal New Zealand yang menjadi pemasok film-film box office Hollywood.
9. Ridwan Chandra

Penggemar Star Wars di Indonesia mungkin tak banyak yang tahu bahwa di balik produksi serial televisi Starwars Clonewars ada CG artist asal Indonesia. Dialah Ridwan Chandra, seorang animator Indonesia yang ikut membuat Star Wars Clone Wars, sebuah serial dengan plot cerita dari Starwars Episode 1-3. Dia kini bermukim di Singapura dan menjadi pegawai LucasArts milik George Lucas.
Gambar helikopter di atas tampak sangat realistis, bukan? Padahal itu adalah salah satu objek animasi buatannya, helikopter Fuujin.
10. Ronny Gani

Nama seorang Ronny Gani mungkin belum dikenal publik Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 16 Maret 1983 ini bekerja di sebuah perusahaan film dibawah Lucasfilm Singapura tepatnya di Industrial Light & Magic Singapura, mempunyai peranan dalam pembuatan animasi film-film Hollywood terkenal seperti The Avengers dan Pacific Rim. Sebelumnya doi pernah terlibat dalam pengerjaan proyek film, "Star Wars: The Clone Wars".
Dan hebatnya ternyata doi belajar animasi secara otodidak. Lulusan Jurusan arstektur Universitas Indonesia ini mempelajari mengenai software 3D dan mengenai animasi di waktu luangnya. Karena ketekunannya, ia berhasil mendapatkan karir yang baik di bidang yang sangat ia minati ini.
Ronny mempunyai tekad suatu saat nanti ingin mendirikan sekolah Animasi sehingga bisa berbagi pengalaman kepada generasi muda berbakat Indonesia lainnya
19.06 | by Unknown | | 4 comments
1.       Nanoteknologi

Nanoteknologi adalah teknologi masa depan yang dapat membantu manusia untuk memanipulasi partikel-partikel kecil yang hanya seukuran atom. Nanometr mempunyai ukuran 1 per semilyar meter yang mungkin sangat kecil sekali dan sulit di pegang dengan tangan kosong. Sebagai tujuannya nanoteknologi diperkirakan mampu menciptakan material-material baru di masa depan.
2.               2. Invisible Car

Invisible Car adalah Mercedes yang baru-baru ini “show-off” kendaraan invisiblenya di youtube. Mereka mengatakan bahwa produknya tidak akan dikomersilkan setidaknya sampai tahun 2014.
3.       Space Elevator
Space Elevator ini yang sedang giat-giatnya dikembangkan oleh Negara jagoan robot dunia yaitu Jepang. Ini merupakan elevator ruang angkasa dengan kabin berkapasitas 30 orang yang akan membawa manusia dari bumi menuju stasiun luar angkasa dalam waktu delapan hari.
4.       Driverless Car
Teknologi-teknologi pendukung mobil tanpa pengemudi sudah ada seperti GPS, line departure warning system dan self-parking feature. Tinggal menunggu saja untuk mewujudkan driverless car tersebut.
5.                5. Flaying Car
                                                                    
Ketika anda berada dalam situasi macet parah pasti anda akan berfikir seandainya ada mobil terbang. Dan ternyata dalam waktu dekat memang hal tersebut akan benar-benar terjadi. Perusahaan yang bernama “terrafugia” yang akan memamerkan mobil terbang mereka pada “New York Autoshow 2012”.
6.               6. Mind reading
IBM salah satu badan komputer dunia menjanjikan bahwa lima tahun kedepan mereka akan memiliki komputer yang mampu berinteraksi dengan manusia melalui fikiran. Manusia akan memakai headset yang dapat membaca gelombang fikiran dari otak yang kemudian mengirimkannya pada komputer.
7.               7. Scramjet
Scramjet akan terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara. Dibandingkan dengan Raptor milik Amerika yaitu pesawat tercanggih saat ini yang maksimal kecepatannya  2 kali kecepatan suara.
Jika kita sedang tinggal di New York dan ingin pergi ke Tokyo menempuh waktu yang cukup lama yaitu 18 jam (1080 menit), jika ditempuh dengan menggunakan pesawat Scramjet waktu yang ditempuh hanya 120 menit.
Teknologi memang bertujuan untuk meningkatkan kemudahan hidup manusia, akan tetapi bukan berarti kita manjadi sangat bergantung pada teknologi tersebut bahkan hingga menjadi suatu habbit dan akan menjerumuskan para manusia kedalam ketiakproduktifan karena terlalu bergantung pada yang namanya alat instan. Sebenarnya manfaat terknologi adalah untuk meningkatkan taraf dan kualitas peradaban manusia di bumi ke tingkat yang lebih baik. Oleh karena itu, harus dilandasi dengan pemikiran yang kuat agar kedepannya tidak merugikan manusia itu sendiri.


19.02 | by Unknown | | 4 comments
INILAH kisah seorang hacker Indonesia membangun reputasi dunia. Dia terkenal karena kemampuannya bisa menggeser posisi satelit.
satelite-330
Tak pelak, Jim Geovedi disebut sebagai orang yang berbahaya. Pada masa ketika nyaris semua informasi dan manusia terkoneksi, Jim, jika dia mau, bisa setiap saat keluar masuk ke sana: melongok percakapan surat elektronik atau sekedar mengintip perselingkuhan Anda di dunia maya.
Control_room
Ruang kontrol satelit di Houston – AS

      Lebih dari itu, dia bisa saja mencuri data-data penting: lalu lintas transaksi bank, laporan keuangan perusahaan atau bahkan mengamati sistem pertahanan negara.
“Kalau mau saya bisa mengontrol internet di seluruh Indonesia,“ kata Jim dalam percakapan dengan situs Deutsche Welle Jerman. Ketika keterangannya dikonfirmasikan pengamat IT Enda Nasution, dia mengaku percaya Jim Geovedi bisa melakukan itu.
Wartawan yang mewawancari percaya dan tidak mau menantang Jim untuk membobol situs Deutsche Welle.
Jim adalah hacker Indonesia dengan reputasi global: hilir mudik Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow menjadi pembicara pertemuan hacker internasional yang sering dibalut dengan nama seminar sistem keamanan.

Dalam sebuah pertemuan hacker dunia, Jim memperagakan cara meretas satelit: ya, Jim bisa mengubah arah gerak atau bahkan menggeser posisi satelit. Keahliannya ini bisa anda lihat di Youtube.
Jim Geovedi sejak 2012 pindah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya. Dia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi.

Dua tahun terakhir, dia mengaku tertarik mengembangkan artificial intelligence komputer.
Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli. Dalam wawancara, Jim lebih suka menganggap dirinya “pengamat atau kadang-kadang partisipan aktif dalam seni mengawasi dari tempat yang jauh dan aman.“
Tidak, Jim bukan lulusan sekolah IT ternama. Lulus SMA, Jim menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung sebagai seniman grafis. Beruntung seorang pendeta memperkenalkan dia dengan komputer dan internet. Sejak itu, Jim Geovedi belajar secara otodidak: menelusuri ruang-ruang chatting para hacker dunia.

Betikut wawancara lengkap Deutsche Welle dengan Jim Geovedi

Apa saja yang pernah anda hack?
Saya tidak pernah meng-hack…kalaupun ya, saya tidak akan mengungkapkannya dalam wawancara, hehehe. Tapi saya banyak dibayar untuk melakukan uji coba sistem keamanan. Saya punya konsultan perusahaan keamanan untuk menguji aplikasi dan jaringan. Klien saya mulai dari perbankan, telekomunikasi, asuransi, listrik, pabrik rokok dan lain-lain.

Bagaimana anda membangun reputasi sebagai hacker?
Saya tidak memulai dengan menghack sistem, kemudian setelah terkenal membuka identitas dan membangun bisnis sistem keamanan. Sejak awal, saya lebih banyak bergaul dengan para hacker dunia ketimbang Indonesia, dan dari sana saya sering diundang menjadi pembicara seminar atau diwawancara media internasional. Beberapa tahun setelah itu saya mulai diperhatikan di Indonesia.
Tahun 2004, saya diminta membantu KPU (saat itu data pusat penghitungan suara Pemilu diretas-red) yang kena hack. Saya disewa untuk mencari tahu siapa pelakunya (seorang hacker bernama Dani Firmansyah akhirnya ditangkap-red).
Ketika wireless baru masuk Indonesia tahun 2003, saya sudah diminta menjadi pembicara di Kuala Lumpur tentang bahaya sistem itu. Tahun 2006, saya diminta menjadi pembicara isu sistem keamanan satelit, dan itu yang mungkin membuat nama saya naik.

Apakah anda bisa menghack satelit?
Ya bisa, satelit itu sistemnya cukup unik. Orang yang bisa mengontrol satelit harus tahu A sampai Z tentang isi satelit. Dan satu-satunya cara adalah anda harus masuk ke ruang operator atau berada dalam situasi kerja sang operator (dengan meretasnya-red). Dari sana anda akan memahami semua hal: satelit ini diluncurkan kapan, bagaimana cara kontrol, sistem apa yang digunakan.
Setelah itu anda akan bisa memahami: oh di sini toh kelemahan sistemnya. Itu semua total insting. Semakin sering anda mempelajari kasus, jika berhadapan dengan kasus lain, anda akan bisa melihat adanya kesamaan pola. Kalau anda sudah melihat kesamaan pola, maka anda akan tahu.

Satelit mana saja yang pernah anda hack?
Hahaha…saya harus berada di lingkungan operatornya.

Tapi anda bisa masuk ke lingkungan itu dari jarak jauh (meretas-red) kan?
Hahaha, untuk satu atau dua kasus itu bisa dilakukan.

Satelit mana yang anda hack?
Itu satelit klien saya hahaha…satelit Indonesia dan satelit Cina.

Apa yang anda lakukan dengan satelit itu?
Saat itu saya diminta menguji sistem keamanan kontrol satelit, dan saya melihat: oh ini ada kemungkinnan untuk digeser atau dirotasi sedikit… lalu ya saya geser…dan itu membuat mereka panik karena agak sulit mengembalikan satelit itu ke orbit. Untung mereka punya bahan bakar ekstra. Mereka bilang: oke cukup jangan diteruskan. Satelit yang dari China bisa saya geser tapi kalau yang dari Indonesia saya ubah rotasinya.

Dengan kemampuan seperti ini, bagaimana anda mengatasi godaan?
Kalau mau, saya bisa mengontrol internet seluruh Indonesia. Saya bisa mengalihkan traffic (lalu lintas data-red), saya bisa mengamati traffic yang keluar ataupun masuk Indonesia. Saya bisa memodifikasi semua transaksi keuangan…dengan kapasitas saya itu mungkin saja dilakukan. Tapi buat apa? Saya termasuk orang yang bersyukur atas apa yang saya punya. Saya nggak punya interest berlebihan soal materi. (DW/d)

Sumber : http://poskotanews.com

Sani Fathuddin Musoffa
202137843720760
Dosen : Onno W. Purbo
Human Computer Interaction
SURYA UNIVERSITY